Siapakah Aktor Kuat Dibalik Maraknya TI Ilegal Dilaut Keranggan dan Tembelok -->

Iklan Semua Halaman

Siapakah Aktor Kuat Dibalik Maraknya TI Ilegal Dilaut Keranggan dan Tembelok

Kabar Investigasi
Kamis, 27 Maret 2025

 



Bangka Barat --- Kembali maraknya TI (Tambang Inkonvensional) ilegal jenis ponton selam di laut Keranggan dan Tembelok seolah menjadi tantangan yang sangat berat bagi APH setempat, khususnya Polres Bangka Barat, Rabu 25/03/2025.


Lokasi yang penuh kontroversi yang jadi incaran para cukong ini konon masih menyimpan banyak kandungan mineral bijih timah. Di laut Tembelok dan Keranggan ini juga disebut sebut terdapat tiga zona, yaitu zona tangkap nelayan, zona jalur kapal dan zona wisata. Selain Ketiga zona tersebut tidak bisa di ganggu dengan aktifitas tambang ilegal, dikawasan tersebut juga terdapat jalur kabel listrik bawah laut, hal ini akan berakibat sangat fatal apabila terganggu oleh aktifitas tambang ilegal.



Pada tahun sebelumnya, aktifitas terlarang ini sudah beberapa kali di tertibkan oleh APH gabungan, bahkan dari penertiban waktu itu, ada beberapa penambang yang ditangkap hingga ditetapkan sebagai tersangka dan orang orang tersebut sampai saat ini masih menjalani masa hukuman di Lapas. Jika aktifitas tambang ilegal tetap berlanjut, hal ini tentu menimbulkan rasa ketidak Adilan bagi keluarga tersangka tambang ilegal di laut Tembelok dan Keranggan yang sudah ditangkap dan dihukum tersebut.



Kembali maraknya tambang timah jenis Ponton selam di perairan Tembelok dan Keranggan tersebut, sudah tentu ada sistem koordinasi yang dipakai. Sistem koordinasi yang tersusun rapi dan sistematis ini menjadi tantangan berat untuk Polres Bangka Barat dan pihak terkait lainnya agar terungkap siapa saja aktor kuat dibalik sistem tersebut.


Terpantau awak media, aktifitas TI Ilegal di laut Tembelok dan Keranggan hingga hari ini masih terus berlanjut. Hal ini menimbulkan persepsi ditengah masyarakat, apakah APH belum mengetahui atau sengaja dibiarkan aktifitas ilegal terus berlanjut.


Menurut keterangan salah satu masyarakat setempat, bahwa yang bertanggung jawab di laut Keranggan bernama Ghofari dan yang di Tembelok bernama Sony Hercules, sedangkan panitia laut Tembelok di urus oleh bang Ali dan bang Kojek.


"Kalok yang bertanggung jawab di laut Keranggan itu bernama Ghopari sedangkan di laut Keranggan bernama Sony Hercules", kata masyarakat tersebut sembari minta namanya tidak disebut.


"Untuk yang bertugas sebagai panitia di laut Tembelok itu namanya bang Ali dan bnag Kojek", tutupnya.


Masyarakat berharap APH dapat mengungkap sistem koordinasi yang sistematis ini dan memberikan tindakan tegas kepada aktor dan oknum yang bermain di dalam pusaran koordinasi tersebut.


AKPERSI TIM