Jawa Timur, 29/03/2025 -- Ditemukan banyak oknum mengaku-ngaku sebagai team Cyber Tipikor RI Bentukan alih fungsi dari Detasemen Harimau Indonesia(Denharin) membuat kadiv.investigasi sebagai panglima nya geram dan sangat tidak bisa ditoleransi.
Menemukan kejanggalan di medsos ada oknum bertopeng hacker yang mengaku bentukan team senyap denharin,membuat kegaduhan di tiktok dan room tiktok hanya untuk mencari simpatisan dan padahal itu bukan nyatanya,bahkan ada yg berkeliaran di group media online mengaku denharin sedangkan tupoksinya saja hanya bodrex kampungan yg tumbang karena uang dan goyah karena rupiah gampang disuap sehingga menjatuhkan marwah sebagai wartawan.
" Ya saya meminta sebagai kadiv.investigasi dan sekaligus panglima detasemen harimau,yg dulu kami memang dianggap mitos,tapi sekarang kami lebih memilih fulgar biar gak cuma di aku-aku seperti jokowi yg mengaku-akui kinerja saya padahal beliau sendiri belum bayar hak saya sejak 2018-2024 akhir jabatan sampai sekarang ",ujar Bang Dhony Irawan HW.SH.MHE selaku kadiv.investigasi
Denharin dialih fungsikan kepada CYBER TIPIKOR RI dikarenakan kejahatan terbesar bukan lah perang melawan negara lain atau perang fisik dengan alat organik dan non organik,akan tetapi korupsi dan pungli yg dilakukan oleh oknum dalam negeri sendiri dikalangan pejabat daerah dari desa,kabupaten,provinsi dan pusat mereka lah sebenarnya Begal asli dan perampok uang rakyat,yg menumbalkan rakyat demi jabatan,kekuasa'an juga menyalahgunakan wewenang dll.
" Saya akui sekarang saya lebih ketat pantau DPR,MPR,DPRD itu sarang maling,apalagi yg dari partai,sarang maha bajingan,jika tidak terima mari berhadapan langsung dengan saya,atur agendanya",imbuhnya
Urgensi pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi krusial disebabkan adanya realita kerugian negara yang muncul akibat tindak pidana korupsi di tahun 2022 telah mencapai angka Rp 48, 786 triliun, dengan tingkat pengembalian kerugian melalui pidana uang pengganti hanya sebesar Rp 3,821 triliun atau setara dengan 7,83 persen dari total kerugian yang diterima oleh negara. Besarnya kerugian yang diterima negara tersebut selaras dengan meningkatnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada awal tahun 2023. IPK Indonesia yang awalnya sebesar 38 terjun bebas menjadi 34 dan turut menjadi negara dengan peringkat 110 terkorupsi dari 180 negara. Bahkan menurut catatan yang dikeluarkan oleh Badan Transparency International Indonesia (TI Indonesia) yang menunjukkan bahwa Indonesia saat ini berada pada titik rawan korupsi,dan dari situlah Detasemen Harimau Indonesia Dibentuk dan apa pun omongan orang di luar sana itu karena mereka masih bisa dibeli dan tidak seperti kami totalitas,integritas,independen dan idealis.
" Silahkan kami gak diakui sama TNI dan Polri Atau Presiden Sekarang,Tapi setidaknya tanpa kami NKRI dah Hancur Sejak 2020 kemaren karena kebodohan luhut,moeldoko,bahlil,yaqout kholil,sri mulyani,airlangga,megawati,puan maharani,jokowi,yasona laily,erik tohir,boy tohir,dll",tutup nya
Laporan : DK.88.LHI
Detasemen Harimau Indonesia
(Dhony Irawan HW.SH.MHE)