Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Saptu, 22 Maret 2025 -- Perkebun kelapa sawit peserta Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di kecamatan bab.tapan dan Lunang pesisir_selatan"di keluhkan petani.
Ibuk (m) salah seorang peserta PSR, mengatakan, proses penumbangan pohon sawit hingga pengolahan tanah berlangsung terus berlarut-larut. “Sudah dikerjakan dari Januari lalu, sampai sekarang belum selesai semua,” dan pupuk secara pribadi saya membeli dan pacak(pancang) pun belum di kasih oleh pengurus"ujar kepada awak media online dan LSM Kemaren .ungkapnya 20/3
Petani sawit lainnya, (Jaf) menambahkan, pembagian bibit pacang sklian kawat yang tidak merata juga memicu ketidak puasan di kalangan petani.'Selain jasa pemasangan pancang pagar dan kawat tidak di anggarakan dalam biaya jasa upah yang dianggap tidak memenuhi sesuai dengan anggaran yang turun 60jt perhaetrer'Dengan luas 64 Heater di tapan belum yang di Lunang ucapnya.
“Seharusnya kami tau lah penetapan harga berapa biaya habis dan harga per item ada lah diterima.laporan uang kami atau biaya perawatan kami habis berapa aja 'disini petani yang rugi nanti ke depannya Selain itu, harusnya Koperasi ngak takut dalam Transparansi anggaran"
Lanjut"(jaf) memaparkan waktu penubangan pokok sawit'dan pengawasan pun ngak ada dari dinas pertanian dan pihak ketiga contoh:berapa ketebalan cincang nya? ..ulas jaf.
Menurut Saya tau berapa harga peritem dan jasa tumbang dll masih di rahasiakan ke petani dan masih byk lahan yang belum terlisasi di tapan, dan Lunang di sini ada permainan Koperasi dan oknum dinas ,pungkasnya.
Sejak berita ini terbitkan, melalui pesan singkat whatsapp di nomor 0812.1210.12XX. Kepala dinas pertanian kabupaten pesisir selatan Madrianto, S.Hut, MH (belum ada tanggapan tentang progam PSR (peremajaan sawit rakyat).
(Bersambung)
(Tim)